Ragnarok Novels.
Vol.1 “The Lightalzen, city of Rich”
Aku terbangun, luka-luka yang belum sembuh masih terasa begitu sakit. Rasa ngilu bercampur perih terasa di tangan kiriku. Aku mencoba menoleh ke kiri, begitu sakit rasanya pinggul ini. Entah seberapa parah luka yang aku dapat. Lalu aku melihat sosok Pria bertubuh ideal, tinggi sekitar 180 Cm, memakai topeng Assassin di wajahnya. Aku mulai menebak, dia adalah Yuza, teman baikku sejak kecil yang setia menemaniku. Dia setia menemani temannya yang bertubuh kekar dengan tinggi 175 Cm dan mata sipit, dengan bekas luka sabetan terpampang di punggungnya, yaitu aku ini yang bernama Mathew.
“Pagi Mathew, semua barangmu sudah disimpan di rumahmu, kecuali Flamberge1-mu ini” dia berkata sambil membuka tirai dan jendela di ruangan medis ini. Aku mencoba berterima kasih, tetapi masih terlalu lelah untuk membuka mata. Aku melanjutkan istirahatku ini.
Malamnya, aku merasakan ada getaran di bangunan ini, sesaat aku sadar bahwa ini adalah gempa. Lalu, Yuza terbangun di kursinya, dan mencoba membangunkan aku yang sudah terbangun.
“Mathew, ba. . . .kau sudah bangun. . .kau kugendong dan keluar dari sini” katanya panik.
“Hai, ti. . .tidak usah. . .aku sudah kuat . . . .ughhh. . .”aku mencoba menolak, tapi dia memaksa menggendongku. Dan aku menurut saja. Untung dengan cepat aku berhasil di bawa ke pintu utama, sebab Rumah Sakit di kota ini hanya 1 lantai. Sesampainya di luar bangunan, ternyata yang ku lihat adalah pesta, aku melihat ke sekitar bangunan ternyata Wizard yang melakukannya. Mereka memang handal dalam soal sihir, mereka diberi pendidikan dasar penyihir ketika masih Mage, dan sekarang sihir juga mereka kembangkan. Entah pesta perayaan apa malam-malam begini. Lalu satu per satu dari mereka bersalaman denganku. Aku masih bingung, lalu aku mulai ingat bahwa ini adalah hari aku kembali setelah 2 bulan menjalankan misi berbahaya. Aku mengetahuinya ketika salah seorang temanku, tapi bukan teman kecilku, dia seorang Priest yang mempunyai rambut panjang dan ikat kepala tampak jelas di dahinya, dan badan yang kecil tapi suspect mengatakan,
“Selamat atas misi berbahayamu, kau berhasil mengalahkan Doppleganger.” Sejenak aku merasa bangga, namun tiba - tiba seseorang bertubuh tinggi besar, berkulit hitam, mengenakan Orc Helm, dan berprofesi Blacksmith, yang bernama Zelmeto menubruk tepat di tangan kiriku.
“BRUKK. . .!!!”
“Aaaaaarrrggghhhhh. . .! !” aku berteriak kencang, sehingga seluruh pengunjung pesta terdiam dan menatapku. Dan Yuza bertanya apa yang terjadi.
“Hei, kau kenapa Mathew ?” tanyanya, namun belum sempat aku menjawab, Zelmeto memohon maaf.
Flamberge : Pedang dua tangan zaman pertengahan.
“Oh. . . .maafkan aku Mathew. Kau tampaknya masih belum sembuh.” mohonnya.
“Ya. . tidak masalah, memang benar. Luka sabetan dari Baphomet ini masih sakit, karena sabetannya dalam waktu 3 hari yang lalu.” kataku.
Misi ini adalah misi dari Raja Tristan, dan merupakan syaratku untuk menjadi seorang Paladin. Profesiku sekarang adalah Defender. Dari namanya saja pembaca pasti tahu, bahwa aku seorang Petarung dan Divisi Pertahanan, namun aku ditunjuk sebagai tim Penyerang. Pesta berlanjut sampai esok hari.
Paginya, aku terbangun dan memberanikan diri bangkit dari ranjangku. Terasa luka sudah tidak terasa lagi, entah apa yang terjadi padaku. Aku melihat di meja, ternyata ada jus Yggdrasil Berry sisa kemarin. Dan efek dari buah ini memang manjur. Jelas saja mulai dari Bibit Yggdrasil, Daun Yggdrasil, Batang Yggdrasil, Buah Yggdrasil, bahkan akar Yggdrasil memang sangat manjur sebagai bidang pengobatan. Pohon Yggdrasil yang menghasilkan barang berkhasiat tadi. Pohon setinggi langit ini hanya tumbuh di Hugel, kota pegunungan terletak di utara Rune-Midgard. Jelas Rune-Midgard adalah Negara di RagnaroK. Aku merasa seperti hidup kembali, aku membuka perbanku, dan ternyata lukaku tinggal bekas sabetan. Aku mengambil dan memakai seragamku. Dan keluar rumah sakit. Sepanjang koridor aku tidak melihat siapapun. Dan ketika keluar, ternyata airship telah siap-siap berangkat. Dan aku melihat Yuza, Zelmeto, dan Kino, mengatakan:
“Hai Mathew, lekaslah naik, kita akan pulang ke kota kita” kata mereka. Aku berlari naik, dan pintu utama kapal tertutup. Penduduk kota melambaikan tangan mereka, menandakan ucapan selamat tinggal.
Kota tempat aku dirawat bernama Lightalzen. Kota yang berjulukan kota kemakmuran ini ternyata menyimpan keburukan, yaitu membedakan persamaan. Mereka yang miskin hidup di pinggiran kota ini, sementara kalangan kaya tinggal di kota utamanya. Hal ini, terjadi karena ada sebuah perusahaan bernama Rekenber’s Corp. Perusahaan ini menggunakan Bio Laboratory sebagai kantornya. Namun, karena eksperimen yang gagal menyebabkan virus virus anopheles masuk ke tubuh pekerja dan merubahnya seperti arwah Profesi 1 dan 3. Saat ini, biolab masih tidak pernah dikunjungi, sebab rumornya terdapat mayat Pemadam Kebakaran yang menyemprotkan anopheles ke manusia yang mendekatinya. Untuk itu, mereka yang tinggal di daerah ppinggiran, adalah keluarga dari korban musibah ini. Dan mereka yang kaya tidak mau hidupnya bersatu dengan korban biolab.
Kota megah ini, aku pandangi, sampai kapal ini naik menjauh dan kota Lightalzen terhalang oleh awan putih halus. Aku cukup kasihan dengan apa yang terjadi pada keluarga korban biolab itu.
Tidak terasa, 2 jam berlalu dan tiba-tiba suara megaphone2 terdengar mengatakan: Saat ini, kapal akan mendarat ke bandara Izlude Marina, silakan siap-siap barang anda. Aku turun dan segera menuju ke ruang pemeriksaan barang agar segera menikmati kasur di rumahku. Aku berpisah di kota Izlude dengan teman-temanku, rumahku di kota Prontera yaitu Ibukota rune-Midgard, sementara teman-temanku, termasuk Yuza di Izlude, kota satelit dan akses ini.
Megaphone : Alat yang bisa mengeraskan suara biasanya terdapat di Airship.
Sesampainya di Prontera, aku bergegas ke rumahku. Di jalan aku bersykur, melihat kegiatan jual beli masih seperti biasa, dan tidak ada perubahan di kota ini. Aku membuka tas mencari kunci rumah, dan masuk ke dalam. Belum sempat aku menutup pintu, ada 5 surat. Sebelum membacanya, aku menutup pintu kembali dan menuju ke ranjang tidurku. Sambil relax aku membaca surat itu satu per satu, 4 surat seperti biasa, para Merchant promosi menawarkan dagangannya. Dan satu lagi surat, baru datang tadi pagi. Yang membuatku terkejut, ternyata surat misterius yang isinya mengajakku bertemu.
To be continued to Vol. 2 “Letters and Troubles”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar to Ragnarok Novel Vol.1 "The Lightalzen, city of Rich":
Posting Komentar